Inilah Alasan Kenapa Perlu Mengurangi Konsumsi Daging Merah

Apakah Kamu suka makan daging merah? Burger dengan daging sapi, Rendang khas Padang, Beef Steak, Sate Kambing, semua menu itu memang lezat. Tak heran banyak orang merasa gerah dengan gagasan mengurangi konsumsi daging merah ini. Ya, wajar saja, siapapun akan merasa hal sama jika apa yang disukai kemudian ditentang.

mengurangi konsumsi daging merah

Kata pepatah, kebenaran yang pahit masih lebih baik dibanding dengan kebohongan yang manis. Meski kita lebih memilih kebohongan, pada akhirnya kita harus menerima kebenaran itu bukan? Hanya masalah waktu sampai kita paham, bahwa daging merah bukan lagi sekadar makanan lezat. Tapi itu adalah sebuah pilihan yang punya banyak konsekuensi dan perlu kita pertimbangkan untuk sekadar memakannya. 

Produksi Gas Metana

Meskipun hal ini sudah banyak dibahas dalam beragam penelitian, ternyata masih ada yang tidak mengetahuinya. Mereka mengira bahwa gas yang selama ini mencemari udara hanyalah gas yang ditimbulkan oleh asap kendaraan seperti karbondioksida atau gas dari aktivitas pabrik industri. Padahal sektor peternakan juga menjadi salah satu penyumbang gas polusi, yakni gas metana.

mengurangi konsumsi daging merah

Seiring berjalannya waktu, angka gas metana pun terus meningkat hingga mencapai 16%, berdasarkan penelitian oleh UNโ€™s Intergovernmental Panel for Climate Change (IPCC). Bahkan mereka menemukan bahwa dalam satu dekade terakhir, angka gas metana telah meningkat hingga 10 kali lipat. Bayangkan saja jika hal ini terus dibiarkan, dalam beberapa puluh tahun kedepan, gas metana akan semakin memenuhi atmosfir bumi dan menyebabkan efek rumah kaca yang lebih buruk.

Perubahan Iklim 

Ini akan selalu menjadi salah satu alasan kenapa kita perlu mengurangi konsumsi daging merah. Fakta bahwa peternakan menjadi salah satu penghasil emisi karbon terbesar bagi bumi. Efeknya tentu saja, perubahan iklim, yang sebenarnya saat ini sudah banyak kita rasakan. Musim menjadi sulit untuk ditebak kapan berakhir dan mulai, menjadi lebih cepat atau lebih lama dari periodenya.

mengurangi konsumsi daging merah

Food and Agriculture Organization menyatakan bahwa penelitian mendapatkan data tentang peternakan sapi yang menyebabkan produksi gas emisi karbon hingga 18%. Itu belum termasuk dengan peternakan lain yang dagingnya juga cukup banyak dikonsumsi seperti peternakan kambing, sapi dan kuda. 

Perubahan iklim bukan hanya tentang ketidaknyamanan yang kita rasakan atas cuaca yang tak menentu, tapi itu akan terus memburuk dan berubah menjadi ekstrim. Artinya kita akan berada di kondisi yang sulit untuk ditoleransi oleh fisik, entah terlalu panas atau dingin. Pada akhirnya kita sendiri yang kesulitan saat perkebunan dan pertanian ikut terganggu. Dan yang terburuk, semua ini akan membawa lebih banyak bencana alam yang tak kita harapkan.

Penurunan Kualitas Air dan Tanah

Saat peternakan terus berjalan dan bertambah, jumlah hewan ternak yang terlalu besar pada akhirnya akan mengurangi tingkat kesuburan padang rumput. Itupun belum termasuk dengan tanah yang menjadi semakin padat dan terkikis. Jika sudah begitu, kita yang akan merasakan dampaknya, menjadi lebih sulit untuk menjalankan pertanian dan perkebunan.

Sedangkan antibiotik, bahan kimia yang digunakan dalam pengulitan hewan, pupuk, pestisida yang disemprot ke tanaman makan ternak, maupun hormon, terus mencemari air. Jumlahnya semakin berkurang karena setiap hewan ternak sendiri pun akan membutuhkan air untuk hidupnya. Semakin mengejutkan ketika tahu fakta bahwa untuk kita mendapat 500 gram daging sapi, kita harus merelakan sebanyak 7000 liter air!

Daripada menggunakan pupuk yang pada akhirnya merusak lingkungan, lebih baik kita mulai membiasakan dengan kompos. Orang menganggap bahwa itu merepotkan, padahal sekarang sudah banyak produk yang membuat aktivitas mengompos jadi jauh lebih praktis. Misalkan seperti ember kompos untuk menampung sampah organik sekaligus wadah proses composting. Ada juga beragam produk bioaktivator untuk membantu mempercepat proses composting.

Itulah mengapa saatnya kita mulai membuka telinga dan mata pada kebenaran ini meski pahit. Kita perlu untuk mulai mengurangi konsumsi daging merah. Karena ketika permintaan daging berkurang, jumlah produksi di peternakan pun akan dipaksa untuk ikut menurun. Memang perubahan akan selalu berat di awal, tapi Kamu akan semakin sadar bahwa gagasan ini memang layak untuk diperjuangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.