Mengenal Jenis Komposter dan Cara Membuat Kompos di Rumah

Mengompos adalah salah satu upaya kita untuk mengolah sisa organik di rumah supaya tidak berakhir di TPA. Lho? memang kenapa kalau sisa organik berakhir di TPA? toh akan terurai? Nope! sisa organik yang berakhir di TPA hanya akan tertumpuk dengan sampah-sampah lain dan akan terurai dengan tanpa oksigen (anaerob). Proses ini akan menghasilkan gas metana yang berbahaya untuk bumi.

Sayangnya, banyak orang yang tidak mengerti cara mengompos sehingga mengangap mengompos itu suatu hal yang susah dan merepotkan. Padahal, mengompos memiliki banyak sekali manfaat lho! Nah, kata orang, tak kenal maka tak sayang. Yuk kita kenali jenis-jenis komposter dan sama-sama belajar seluk-beluk cara membuat komposter di rumah! 

Manfaat Mengompos

Banyak sekali orang berpikiran bahwa membuang sisa organik ke tempat sampah itu suatu hal yang baik, karena toh sisa organik akan terurai dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa sebesar 60% sampah yang ada di TPA merupakan sampah organik. Padahal dengan membuang sampah organik ke TPA, kita membahayakan bumi kita. Sisa organik yang sampai di TPA akan tertimbun dan terurai tanpa oksigen (anaerob). Penguraian ini menghasilkan gas metana, dimana dalam jumlah yang banyak, gags metana ini dapat menyebabkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Bahkan, riset dari Princenton University, menyebutkan bahwa gas metana (CH4) memiliki bahaya 30 kali lipat lebih tinggi sebagai penyebab pemanasan global dibanding dengan gas karbon dioksida (CO2).

Dengan mengompos, kita membantu mencegah dan mengurangi pembuangan sampah ke TPA yang berpotensi menghasilkan gas metana. Selain itu, dengan mengompos di rumah, kita menyelamatkan bumi dan memberikan nutrisi ke tanah di sekitar rumah kita. 

Bahan-bahan untuk Mengompos

Untuk membuat pupuk kompos, kita membutuhkan 4 jenis bahan yaitu: Karbon (sampah coklat), Nitrogen (sampah hijau), Air, dan Oksigen. Untuk proses pembuatan dan hasil yang efektif dalam pembuatan pupuk kompos perbandingan penggunaan antara sampah coklat dengan sampah hijau =  3:1.  Jika kita hanya menggunakan sampah coklat saja maka proses pembuatan pupuk kompos akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Berikut bahan-bahan yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam komposter. 

Mengapa ada bahan yang TIDAK BOLEH?

Beberapa bahan memang tidak boleh dimasukkan ke dalam komposter karena akan merugikan proses penguraian di dalam komposter.

  • Daging, tulang, lemak, minyak, susu, keju: minyak dan lemak akan menghalangi reaksi penguraian di dalam komposter. Selain itu, bahan-bahan ini akan menarik hewan-hewan seperti lalat yang akan menyebabkan munculnya belatung pada proses pengomposan. untuk bahan-bahan organik basah ini bisa dimasukkan ke dalam biopori
  • Kotoran anjing dan kotoran kucing. benda ini dapat membawa penyakit
  • Tanaman gulma yang berhama atau terkena penyakit karena hama akan masih terkandung dalam kompos

Jenis-jenis Komposter

Sebelum masuk ke petunjuk pembuatan komposter sederhana di rumah, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis komposter sederhana yang bisa digunakan untuk rumah berlahan terbatas atau bahkan indoor. 

#1 Takakura

Tatakura merupakan teknik mengompos yang dikembangkan oleh Koji Takakura, ahli kimia terapan dari Himeji Institute of Technology Jepang. Komposter ini bisa menggunakan keranjang cucian bekas yang berlubang-lubang dan dilapisi oleh kardus bekas. Bahan-bahan komposter seperti sampah hijau, sampah cokat dan tanah pun di susu sedemikian rupa seperti ini:

Yuk Belajar membuat Komposter Tatakura disini.

#2 Gerabah atau komposter pot

Prinsip komposter gerabah adalah mengikuti kearifan lokal masyarakat Indonesia yakni membuat lubang di tanah untuk mengubur sampah. Gerabah memiliki sifat yang ‘bernafas’ sehingga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik daripada penggunaan plastik. Komposter Gerabah ini bisa dipanen saat sudah penuh. Yuk belajar membuat Komposter Gerabah disini atau disini

#3 Komposter drum atau kontainer (indoor friendly)

Komposter jenis ini menggunakan drum plastik atau metal bekas dengan melubangi bagian bawah untuk mendapatkan sirkulasi udara (aerob). Jenis komposter ini yang menurut saya paling cocok untuk digunakan di lahan sempit atauh bahkan indoor di dalam apartemen! Bahkan komposter jenis ini bisa dietakkan di dapurmu! Yuk belajar membuat komposter ini disini (bahasa inggris)


#4 Worm Bin (indoor friendly)

Sesuai dengan namanya,jenis komposter ini menggunakan cacing sebagai media pengurai. Kita bisa menggunakan kotak plastik beserta tutupnya untuk membuat komposter jenis worm bin ini. Tidak lupa juga, kita membutuhkan cacing untuk diletakkan di dalam komposter ini sebagai pengurai. Kamu bisa cek cara membuat dan merawat worm bin kompostermu disini dan disini (bahasa inggris).  

#5 Biopori

Lubang biopori adalah jenis komposter yang terletak di dalam tanah. Jenis komposter ini bisa menampung segala jenis material organik termasuk sisa organik basah yang berlemak dan berminyak (sisa tulang). Biopori dibuat dengan menggunakan pipa paralon dengan diameter 10 cm yang dilubangi kecil-kecil (pori-pori) dan dimasukkan secara veritkal kedalam tanah sedalam 100 cm.

Prinsip dasar dan Step-by-Step membuat Komposter di Rumah

Setelah kita mengenal jenis-jenis komposter, langsung kita bisa membuat Komposter sederhana dirumah. Pada dasarnya semua jenis komposter memiliki prinsip umum pembuatan yang hampir sama (kecuali biopori dimana sisa organik tidak perlu diaduk). Berikut 5 langkah mudah untuk memiliki komposter sederhana dirumah!

# Step 1

Siapkan bahan baku: sampah coklat, sampah hijau, tanah, air cucian beras, bisa juga ditambahkan EM4 yang merupakan bioaktivator untuk mempercepat proses penguraianSiapkan alat: sesuaikan dengan tipe komposter yang kita pilih

  • tatakura: keranjang berlubang, kardus bekas
  • gerabah: pot gerabah, bor
  • drum atau kontainer: drum plastik/metal bekas cat atau lainnya, bor

# Step 2

Lubangi drum plastik/pot dengan bor dan isi dengan campuran sampah hijau dan sampah coklat dengan perbandingan 1:1. Ada baiknya sampah hijau yang berupa sampah organik di cincang terlebih dahulu untuk mempermudah proses penguraian. Campurkan pupuk kompos yang sudah jadi dengan tanah biasa dengan perbandingan 1:1. Tanah mengandung mikroba yang akan membantu proses pengomposan. 

# Step 3

Masukkan seluruh campuran ini kemudian ke dalam bak kompos. Kotoran ternak seperti kotoran ayam atau sapi bisa dimasukkan. Siramkan air gula merah atau cucian beras hingga terlihat agak lembab. Tutup bak kompos dengan rapat dan biarkan proses penguraian terjadi 

# Step 4

Aduk komposter setiap satu minggu. Pada minggu pertama dan ke-2, mikroba mulai bekerja menguraikan sampah. Biasanya pada tahap ini suhu sampah akan naik menjadi sekitar 40 C. 

# Step 5

Kompos dikatakan sudah jadi apabila warna menjadi kehitaman dan tidak ada bau sampah sekitar 4-6 minggu. Pisahkan bagian yang kasar dengan ayakan, ambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai aktivator. 

Masalah Umum Komposter dan Cara Penanganannya

Mengompos secara teori memang terlihat mudah, namun, butuh kesabaran agar berhasil. Nah, disini saya rangkumkan beberapa masalah atau kendala umum yang sering terjadi saat membuat kompos dan cara menanganinya.

Penggunaan Kompos

Apa yang harus dilakukan jika kompos sudah siap untuk dipanen? Pupuk kompos yang sudah siap dipanen bisa dikeringkan dan diayak sehingga berbentuk pupuk kompos yang bersih dan halus. Nah, pupuk kompos ini sangat baik untuk digunakan di semua jenis tanaman! Jadi, untuk kamu yang punya taman, kebun, atau tanaman-tanaman indoor, kamu bisa tambahkan pupuk kompos ini ke tanamanmu! dengan begini, kamu tidak perlu lagi membeli pupuk kan? tidak punya taman atau tanaman?kamu bisa berikan komposmu ke lingkungan sekitar, misalnya untuk taman di komplek rumahmu, atau as simple as diberikan ke tetangga sebelah rumah! 

Sharing Komposmu!

Nah kalau kamu sudah bisa membuat kompos, jangan lupa untuk sharing komposmu di komunitas lingkungan di sekitarmu. Dengan begini, kamu akan membantu proses edukasi kompos ke masyarakat di sekitar rumahmu dan menjaga supaya sisa organik tidak tertimbun di TPA dan menjadi gas metana! Kamu juga bisa daftarkan kompostermu di sharewaste, dimana situs ini mendata komposter yang tersedia di daerah sekitar rumahmu. The good thing is: It is FREE! 

yuk ajak tetangga untuk mengkompos juga! Jadi gimana? Sudah siap bikin kompos di rumah?

 #kompos#caramengkompos#komposter#membuatkompos#membuatkomposter#gerabah#biopori#takakura#komposterdrum

15 thoughts on “Mengenal Jenis Komposter dan Cara Membuat Kompos di Rumah

  1. astrie says:

    hai mba tyas, salam kenal 🙂

    untuk limbah kertas pada bahan kompos coklat apakah tidak apa jika menggunakan kertas bekas koran atau bekas materi lainnya, karena ada gambar atau tulisan dari tinta?

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      Hi astrie salam kenal yah 🙂
      pernah baca kalau tinta di koran dan tinta biasa di indonesia itu kan tinta bahan kimia, dan bisa jadi akan mempengaruhi hasil kompos. sebaiknya diserahkan untuk daur ulang aja mba.
      semoga menjawab yah

      Tyas

  2. Ika says:

    Salam kenal mba Tyas. Mbak mau tanya, sy pernah baca2 ada komposter dari botol plastik yg langsung ditaruh di tanah/pot tanaman, apakah bisa?

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      hai ika,

      terima kasih pertanyaannya, ini seperti apa ya komposternya? sebetulnya kalau bisa sih bisa aja kok, saya juga paki ember plastik, beberapa bisa juga pakai keranjang plastik. kalau botol plastik ini kan kecil sekali, nah saya kurang kebayang juga ini bentuknya gimana. selama konsep kompostingnya benar harusnya ga masalah. disesuaikan saja ya 😉

      salam
      tyas

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      hi,

      bisa komposter yang mana aja kok, cuman kalau saya supaya tidak keliatan banyak belatung, sampah tulang saya mauskkan biopori 🙂

  3. Roosmala says:

    Mbak, sy sdh pernah coba bikin kompos indoor & outdoor.
    Yg indoor sy pk takakura & hanya utk sayur & buah.

    Yg outdoor sy pk :
    1) biopori (utk smua sampah organik)
    2) gentong dibolongin bawahnya & ditaruh di atas tanah (dibantu cacing)
    3) diletakkan bgitu saja di atas con block (ini khusus sampah daun2 dr kebun.

    Smuanya so far lancar sih.

    Yg sy mau tanya :
    Itu yg mbak bilang pk gerabah/gentong dibolongin tp utk indoor… gimana plaksanaannya ??? Apa dr lubang2nya ga kluar air lindi ??

    Tks

  4. Amanda S says:

    Halo mba, jadi kalau kotoran anjing/kucing dibuang ke biopori masih boleh kah? Kalau tidak disarankannya dibuang kemana ya?

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      hi, untuk kotoran anjing/kucing bisa dibuatkan kompos khusus yang tidak digunakan untuk tanaman pangan (buah/sayur)
      atau bisa dibuatkan biopori untuk tidak dipanen. Kotoran anjing dan kucing masuknya ke green yah, jadi jangan lupa tetap harus ditambah brown

  5. victoria dian says:

    Mbak, halo. Saya mulai belajar semangat mengkompos setelah membaca buku Mbak. Apakah mungkin untuk misal dus packaging mpasi spt m**na dkk ikut masuk ke dalam tong komposter? Terima kasih, Mbak.

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      hi, kalau kersudnya printed dan laminasi artinya ada lapisan plastiknya mba, sebaiknya tidak dikomposkan ya karena akan menurunkan kualitas kompos 🙂

  6. Ivonne says:

    Hi Mba, jika jenis komposter takakura, utk mengaduk bahan komposnya seminggu sekali, lapisan mana yang boleh diaduk?
    untuk pengisian sampah organiknya jeda waktu berapa lama dari pengisian sebelumnya dan diberi jeda berapa lama sebelum dan sesudah pengadukan? Terimakasih

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      halo,
      1. aduk sampai bagian2 bawah biar oksigen masuk lebih bagus.
      2. setiap ada sampah organik bisa langsung dimasukkan aja, atau ditunggu setiap hari sekali sesuaikan aja sama kebutuhan. intinya kalau sudah penuh baru berhenti masukkan sisa organik, terus lanjut ditutup dan diaduk2 aja sampai matang

  7. Ferrial Pondrafi says:

    Halo, Mbak Tyas,

    Semakin suka dengan website sustaination.id. Pembahasannya semakin beragam dan informatif. Situs ini juga yang pertama saya tuju saat ingin belajar mengompos lho. Sukses terus buat perjuangannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *