Watch out! 10 Ciri-ciri Greenwashing

Belakangan, banyak yang tertarik dengan isu ‘greenwashing‘ dan banyak sekali yang bertanya kepada saya, sebetulnya apa sih greenwashing? kenapa sih isu ini begitu penting? dan yang bagaimana yang di kategorikan sebagai greenwashing itu?

Istilah Greenwashing pertama kali digunakan oleh Jay Westerveld di tahun1986. Ia mengkiritik insiatif “save the towel” di sebuah hotel yang berlokasi di tepi pantai dengan alasan untuk menyelamatkan lingkungan dan terumbu karang. Alih-alih menyelamatkan lingkungan, inisiatif ini ternyata hanya untuk menaikkan keuntungan. Jay beralasan, gerakan ‘save the towel‘ dengan alasan menyelamatkan lingkungan ini menjadi absurd karena hotel tersebut melakukan ekspansi ke arah pantai. 

Greenwashing:

“Suatu keadaan dimana perusahaan mengeluarkran uang lebih banyak untuk klaim ramah lingkungan daripada untuk mengurangi dampak lingkungan dari perusahaan itu sendiri”

10 dosa greenwashing

#1 Fluffy language: penggunaan kata-kata tanpa arti yang jelas (e.g., “eco-friendly”, “biodegradable”, etc)

#2 BerlawananGreen products made by dirty Company

#3 Unjustified image: Penggunaan gambar sebagai alat pemasaran yang menunjukkan itu ‘green’ tapi tidak nyata, contohnya penggunaan gambar bunga bermekaran di pipa exhaust, atau penggunaan gambar daun dan pohon pada perusahaan minyak

#4 Irrelevant claims: Menekankan 1 atribut kecil yang ‘green’ sedangkan yang lainnya “un-green

#5 Best in classDeclaring you are slightly greener than the rest, even if the rest are pretty terrible. Misalnya, ‘dengan membeli produk air minum dalam kemasan plastik ini, kamu membantu akses air bersih di daerah x’

#6 Just not credible: Rokok “Eco-friendly” cigarettes, “Less sugar soda”, “Greening“ produk berbahaya atau tidak sehat, tidak serta-merta menjadikan produk ini aman

#7 Gobbledygook: Penggunaan Jargon dan infromasi yang hanya ilmuwan yang mengerti dan dapat mengecek ulang

#8 Imaginary friendsThird-party endorsement … except it’s made up

#9 No proof
: Bisa jadi produk atau inisiatif yang bagus tapi tidak disertai dengan bukti yang kuat

#10 Outright lying: klaim dan data yang dibuat-buat sendiri

Contoh Greenwashing

#1 Compostable/biodegradable: 

California melarang penjualan plastik dengan label “compostable” atau”biodegradable,” karena label ini menyesatkan tanpa penjelasan seberapa lama plastik ini akan terurai di alam atau di TPA. Di Balikpapan, Indonesia, kabarnya juga telah melarang penggunaan semua jenis plastik, termasuk jenis plastik compostable dan biodegradable

#2 Popok bayi atau pembalut sekali pakai dengan menggunakan bahan natural dan bahan katun organik. 

Walaupun memang benar, ada popok atau pembalut sekali pakai dengan menggunakan katun organik, barang-barang ini terdiri dari berbagai campuran bahan, termasuk salah satunya adalah plastik. Pembalut dan popok sekali pakai, akan berakhir di TPA dan akan etrurai ratusan tahun, bahkan lebih lama dari botol plastik. Bcaa selengkapnya disini

#3 Air minum dalam kemasan, dengan klaim botol ramah ramah lingkungan atau kemasan daur ulang.

Eco-friendly plastic bottle, sounds too good to be true? baca artikel lengkapnya disini.


Pesan saya adalah, always be conscious and critical,  tidak semua klaim adalah 100% benar, cek kembali klaim dan label pada kemasan. Lalu, cek juga perusahaannya secara menyeluruh. Dengan begini, kita bisa mengenali produk atau brand yang melakukan greenwashing dan mencoba menghindari serta mengedukasi teman-teman terdekat. 

Jadi, apa lagi menurut kalian ciri-ciri green washing?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *