Mengapa Susah Mengajak Orang Peduli Krisis Iklim?

Krisis iklim sudah terlihat nyata di depan mata, contoh nyatanya adalah Banjir awal tahun yang melanda Jabodetabek dan kebakaran besar yang melanda Australia. Banjir di Jakarta setidaknya telah menelan 60 korban jiwa membuat setidaknya 90.000 orang harus mengungsi, begitu juga dengan bencana kebakaran besar yang melanda Australia. Kebakaran di Australia setidaknya telah melahap habis 10 juta hektar hutan serta menewaskan 27 orang dan 25.000 ekor kanguru/koala.

Bencana krisis iklim yang melanda Jakarta, Indonesia, dan Australia (source: instagram.com/greenpeaceusa

Tapi, sebaliknya, Indonesia termasuk ke dalam negara dengan jumlah orang terbanyak yang tidak percaya pada fenomena dan isu krisis iklim.

Presentase climate deniers

Kenapa ya, kok susah sekali membuat orang peduli pada masalah krisis iklim?

Ada yang begini? ada yang sering banget mengalami ini? mungkin diacuhkan? disepelekan? atau bahkan dianggap ‘sok’ peduli dan kaum SJW?

Stand with me, cause you know what? you are not alone!

Di artikel ini, kita mencoba mengerti, kenapa susah sekali membuat orang lain peduli dengan isu di depan mata (iya sampai bikin gemes, I know!)

Pertama, isu krisis iklim ini adalah permasalahan jangka panjang, yang sebagian besar orang berpikir krisis iklim masih akan terjadi di masa depan. Akibatnya, kebanyakan orang berpikir tidak mau mengorbankan ‘kenyamanan’ yang ada saat ini. Misalnya, untuk mencegah suhu bumi tidak meningkat dalam 50 tahun kedepan, kita harus ‘rela dan repot-repot’ mengurangi sampah plastik juga tidak menggunakan mobil berbahan bakar minyak bumi yang kita miliki. Sebagian besar orang tentu tidak mau kenyamanan hidup yang ada saat ini hilang begitu saja untuk sesuatu di masa depan yang dia belum tentu ada di dalamnya.

Kedua, the future seems so uncertain. Masa depan adalah sebuah ketidakpastian. Banyak orang yang masih skeptis dan tidak percaya dengan masalah krisis iklim karena ada di masa depan. Bisa saja, masa depan itu berubah kan? Siapa tau krisis iklim tidak jadi terjadi?

Ketiga, tidak semua orang merasakan dampak krisis iklim secara langsung.

Dimana krisis iklim? di kotaku baik-baik saja. Tidak ada krisis iklim tuh!

climate denier

Memang benar, ketika kita tidak terkena dampak dan merasakan langsung krisis iklim, kita cenderung tidak memercayai permasalahan krisis iklim ini. Padahal kalau saja kita lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, bisa saja kita pelan-pelan sudah terkena dampak dari krisis iklim lho! Contoh nyata adalah kota Jakarta.

Kalau kamu tinggal dan bekerja siang-malam di Jakarta, mungkin saja, kamu tidak merasakan dampak dari krisis iklim setiap hari. Padahal, kalau kita lihat lebih jauh, Jakarta sudah sangat terdampak dengan krisis iklim. Dikutip dari Kompas, 15 kecamatan di Jakarta alami kekeringan. Selain itu, permukaan air laut meningkat 5-6cm setiap tahun, dan curah hujan tinggi mengakibatkan banjir tahunan.

Apalagi teman-teman yang tinggal di daerah pegunungan! Kapan terakhir kali kalian melihat pagi berkabut? Mungkin waktu kecil ya?

Cobalah lebih peka terhadap lingkungan sekitar, kita akan lebih sadar bahwa kita sudah sangat terdampak oleh krisis iklim

Keempat, permasalahan krisis iklim jarang sekali di perbincangkan. Baik itu di tingkat individu maupun di media umum dan media nasional. Padahal, dunia internasional sudah banyak sekali yang memperbincangkan permasalahan tentang krisis iklim. Masih ingat kebangkitan permasalahan sampah plastik mulai di tahun 2018 lalu?

Mulai dari kasus paus plastik di wakatobi, penyu hingga TPA yang meledak menjadi perbincangan sangat hangat di media sosial kemudian menjadi pembicaraan dan diskusi di media nasional. Dari sini, perhatian dan kesadaran masyarakat tentang masalah sampah plastik semakin meningkat. Begitu juga halnya dengan masalah krisis iklim!

Semakin sering kita #BicaraTentangKrisisiIklim, semakin sering orang melihat, membaca, dan mungkin akhirnya bertanya, menjadi tahu dan akhirnya peduli.

Yuk mulai #BicaraTentangKrisisIklim, sesederhana reshare postingan blog ini di akun-akun media sosial kamu, supaya semakin banyak masyarakat Indonesia yang peduli akan isu krisis iklim!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *