3 Cara Merayakan Idul Adha Tanpa Sampah

Photo by Caleb Woods on Unsplash

Dalam beberapa minggu kedepan, kita sebagai pemeluk agama Islam akan merayakan Idul Adha. Sudah sering kali perayaan salah satu hari suci umat islam ini malah dinodai dengan berita yang menyatakan bahwa sampah koran dan sampah plastik berserakan selepas solat Idul Adha dan pembagian daging kurban. Yuk tahun ini kita rayakan Idul Adha dengan cara yang agak berbeda yaitu dengan cara minim sampah. Bagaimana caranya? 

1. Gunakan alas solat yang bisa digunakan kembali (reusable)

Salah satu sampah yang sering kali kita temukan saat idul adha adalah sampah alas solat dari koran bekas. Kita dapat meminimalisasi sampah koran ini dengan menggunakan alas solat yang dapat dicuci dan dipakai kembali. Tanpakita sadari, kita pasti memiliki alas reusable di rumah kita, coba intip dulu tumpukan kain lusuh yang ada di lemari mungkin? beberapa pilihan alas yang bisa kita gunakan sebagai pengganti koran

  • tikar
  • karpet
  • terpal
  • kain bekas dengan panjang dan lebar yang cukup dan sudah tidak terpakai di rumah (saya biasa pakai selendang gendong yang sudah tidak terpakai lagi)
  • cukup sajadah saja. Kalau kotor, bisa kita cuci selepas solat selesa
  • Kalau memang teman-teman belum bisa menemukan alas solat reusable di rumah, jangan lupa rapikan dan ambil kembali koran yang kamu gunakan ya! Jangan sampai koran bekas solatmu menjadi tumpukan sampah dan menodai perayaan hari Idul Adha.

2. Gunakan alternatif pembungkus daging kurban selain kantong plastik

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) [1] Republik Indonesia mengeluarkan Peringatan PUblik dengan nomor KH.00.02.1.55.2890 mengenaik kantong plastik “kresek” pada tanggal 14 Juli 2009 dengan isi sebagai berikut:

  • Kantong plastik kresek berwarna teruama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan
  • dalam proses daur ulang tersebut, riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses itu juga ditambahkan berbagai bahan kimi yang menambah dampak bahaya bagi kesehatan
  • Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap

Selain larangan penggunaan plastik kresek berwarna hitam, kita juga harus mewaspadai adanya plastik jenis lain dengan klaim “ramah lingkungan”, misalnya jenis plastik oxo-biodegradable. Walaupun jenis plastik ini di klaim bisa terurai secara biologis, nyatanya riset penunjang klaim ini masih minim. The Ellen MacArthur Foundation’s New Plastics Economy initiative telah menyatakan larangan penggunaan plastik oxo-biodegradable yang diikuti oleh 150 organisasi di Uni Eropa [2]. Larangan penggunaan plastik oxo-biodegradable ini dikarenakan jenis plastik ini akan terurai menjadi fragmen kecil atau biasa disebut dengan mikroplastik. Mikroplastik ini akan berpotensi mengganggu kesehatan dan mencemari lingkungan. alternatif bungkus daging kurban

  • Daun jati [3]
  • Daun pisang [4]
  • Besek [5]
  • Rantang
  • Wadah plastik tebal nomor 5 (PP)
Penyelenggara penyembelihan kurban di Dusun Kalipucang, Kasihan, Bantul menggunakan daun jati dan anyaman bambu sebagai pembungkus potongan daging kurban. Hal ini dilakukan untuk menekan sampah plastik yang dinilai tidak ramah lingkungan.
Foto: Eric Iskandarsjah Z / Republika

3. Gunakan kertas atau karton bekas untuk kupon pengambilan daging kurban

Selain sampah koran dan plastik, kita juga bisa mengurangi sampah kertas yang digunakan untuk kupon penukaran daging kurban seperti yang dilakukan oleh Panitia Hewan Kurban Kampung Neglasari RT 02/RW 04 Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor [6]

Kalau teman-teman punya ide lain supaya kita bisa merayakan Idul Adha tanpa menghasilkan sampah? Share yuk!

 #iduladha #iduladhaminimsampah #minimsampah #zerowaste #zerowasteindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *