Alasan Kenapa Produk Ramah Lingkungan Sering Disebut ‘Mahal’

produk ramah lingkungan

Ketika Kamu sedang berbelanja dan kemudian sadar ada selisih harga dengan produk lain, apa yang Kamu pikirkan? Mungkin sebagian dari Kamu akan menganalisa lebih lanjut, tapi kebanyakan justru langsung menyimpulkan produk kemahalan. Termasuk salah satunya ketika mereka melihat harga produk ramah lingkungan.

Misalnya saja, Kamu bisa mendapatkan sabun batang untuk badan di supermarket dengan harga di bawah 10ribu. Bahkan, masih banyak yang di bawah 5ribu per batang. Tapi dengan ukuran yang sama, produk sabun ramah lingkungan dibanderol dengan harga di atas 20ribu. Orang-orang langsung menolak membelinya, karena menganggapnya terlalu mahal.

Memang sebenarnya kenapa sih kok produk-produk yang berlabel ‘ramah lingkungan’ seperti itu lebih mahal dari produk konvensional? Ini Alasannya!

Berapa Biaya Produksinya?

produk ramah lingkungan

Sebelum kita analisa tentang mahal tidaknya sebuah produk, alangkah lebih baiknya kalau menganalisa dengan pertanyaan ini dulu. Karena biaya produksi jadi salah satu pertimbangan si pembuat ketika menjualnya. Dengan begitu kita bisa tahu apakah memang produk ramah lingkungan itu benar-benar mahal.

Perlu diingat bahwa produk yang berlabel eco friendly memakai bahan-bahan yang sepenuhnya organik. Bahkan kemasan yang dipakai untuk membungkus pun berusaha memakai bahan ramah lingkungan. Padahal bahan-bahan yang organik, tidak memakai tambahan bahan kimia atau pestisida. Teknik itu membawa konsekuensi bahan baku yang lebih mahal dari rata-rata.

Itu belum termasuk dengan proses produksi. Tak sedikit produk yang dibuat dengan tenaga manusia (handmade). Seperti misalnya produk-produk tas jaring di Sustaination yang dirajut oleh tangan ibu-ibu di daerah pesisir seperti Manado dan Bitung. Sedangkan kita tahu kalau biaya dengan tenaga manusia relatif lebih tinggi, karena harus membayar gaji/upah. Sangat logis jika kemudian biaya produksinya semakin tinggi.

Proses Sertifikasi Produk Ramah Lingkungan

produk ramah lingkungan

Poin kedua yang sering orang tak tahu, bahwa untuk produk bisa dapat label ‘ramah lingkungan’ seperti EWG, ECOCERT, Zero, PETA, Leaping Bunny bukan persoalan sederhana. Selain prosesnya yang lumayan rumit, itu juga butuh banyak tenaga dan biaya. Sehingga otomatis juga berpengaruh pada harga jual ke konsumen, termasuk Kamu.

Jadi tak perlu lagi heran kalau produk-produk yang punya label sejenis itu harganya di atas rata-rata, ya! Lagipula itu sebenarnya juga masih logis dengan kualitasnya. Karena kalau sudah dapat sertifikat, sudah ada jaminan bahwa memang produk itu benar-benar aman bagi lingkungan, kan?

Produk Ramah Lingkungan Lebih Awet

produk ramah lingkungan

Nah, ini dia! Alasan kenapa produk yang berlabel eco friendly rata-rata dianggap lebih mahal. Karena produk itu punya kualitas yang lebih bagus, sehingga juga lebih awet ketika dipakai. Misalnya saja seperti produk sedotan ramah lingkungan dari bahan stainless steel. Tentu saja harganya lebih mahal dari sedotan plastik, karena selain tidak bisa patah atau bengkok, sendok ini juga tahan cuaca. Beda dengan sendok plastik yang gampang sobek.

Selain itu, produk ramah lingkungan sebagian juga sengaja dibuat supaya bisa dipakai ulang sebanyak mungkin. Karena itu bisa jadi bagian upaya gerakan zero waste, untuk mengurangi produksi sampah. Misalnya seperti botol minum pakai ulang, sangat logis jika lebih mahal dari botol plastik. Karena botol plastik selain tak bagus untuk menyimpan minuman panas, juga tak bisa dipakai ulang. Harus kamu buang setiap kali selesai memakainya, dan akhirnya cepat menumpuk jadi sampah!

Minimnya Demand

Alasan terakhir kenapa produk eco friendly cenderung lebih mahal adalah rendahnya minat konsumen. Karena kebanyakan orang akan lebih memilih untuk membeli produk yang lebih murah dan banyak dikenal orang. Hanya orang-orang yang memang sadar dan peduli dengan lingkungan yang biasanya mau untuk membeli produk-produk tersebut.

Apakah hal itu berefek? Jelas dong!

Karena jika permintaan produk sedikit, jumlah produksi juga akhirnya sedikit. Tak mengherankan jika masih cukup banyak produk yang dibuat dengan metode manual. Karena jumlah permintaan belum cukup menjanjikan untuk produsen beralih ke mesin otomatis. Hal itu yang seperti dijelaskan di awal, pada akhirnya berefek pada harga produk ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *