Diskusi Persoalan Sampah, Dampak Sosial, dan Ekonomi Bersama YPBB Bandung

Sudah mengganti sedotan plastik? sudah bawa tas belanja sendiri? apakah semua tindakan kita itu cukup?

Persoalan sampah sedang naik daun! Begitu pula kampanye bertemakan lingkungan. Sayangnya, maraknya gerakan yang mengkampanyekan gaya hidup minim sampah ini sering kali diikuti pemahaman persoalan sampah yang berputar di sekitaran plastik. Padahal, jumlah sampah terbesar kita di TPA dan yang menjadi masalah utama ternyata BUKAN PLASTIK lho! Di Episode podcast #SustainTalks kali ini,  Tyas, founder dari Sustaination. mengundang Yobel dan Eliza, dari YPBB Bandung untuk berdiskusi tentang persoalan sampah di Indonesia. Kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul dan semoga bisa kalian teruskan ke teman2 yang lain!

  1. Kemana sampah kita dibuang? Bagaimana perjalanan sampah kita dari rumah hingga ke TPA? apakah ada peraturan yang mengatur tentang ini?
  2. Bagaimana kewajiban dan peran produsen/perusahaan sebagai pihak yang memproduksi kemasan? Apakah ada undang-undang yang mengatur supaya perusahaan bertanggung jawab atas sampah kemasannya?
  3. Apa sampah terbanyak yang ada di TPA? apakah mengganti sedotan dan tas plastik sudah cukup?
  4. Bagaimana dengan industri plastik dan orang-orang yang mencari nafkah dari industri daur ulang / sampah saat gerakan minim sampah semakin besar? Akankah mereka kehilangan pekerjaan?
  5. Bagaimana gerakan minim sampah ini bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat sehingga tepat sasaran?

dan lain-lain yang dijamin SERU BANGET! Selamat Mendengarkan!

3 thoughts on “Diskusi Persoalan Sampah, Dampak Sosial, dan Ekonomi Bersama YPBB Bandung

  1. salikun says:

    menurut sy cara mengatasi masalah sampah,buka saja di teknologi pemusnah sampah,sebagei solusi cerdas mengatasi masalah sampah,sebageimana kebanyakan yg sdh menggunakan segala persoalan sampah terayasi tuntas total.

    • Pigstain says:

      dimana yg anda maksud sudah teratasi tuntas total?

      “Memusnahkan sampah” untuk kesinambungan itu sebuah paradox lucu. Coba simak ulasan insi di situs ini. Dan cari tau dulu apa saja dampak memusnahkan sampah dengan berbagai cara itu. Apa dampak terhadap polusi udara-air-tanah, apa dampak terhadap konsumerisme ke depannya, apa dampak kesehatan. Dsb.

      Kira2 lebih cerdas mana dengan mencegah terjadinya sampah?? Kira2 lbh cerdas mana dengan memilih kemasan – cara distribusi barang yg aman sebagai bungkus apa yg menyentuh dan masuk ke tubuh manusia – yg tanpa sampah? Sudah pernah pelajari tentang kesinambungan (sustainability)? Tentang zero waste life style? Tentang climate change? Tentang polusi udara? Tentang life cycle? Tentang cradle to grave? Tentang cradle to cradle?

    • dwi sasetyaningtyas
      dwi sasetyaningtyas says:

      Hi Mas salikun, terima kasih sudah mampir di podcast edisi ini. Menurut saya, teknologi pemusnah sampah bukan solusi yang cerdas dan tepat untuk permasalahan sampah saat ini. Teknologi pemusnah sampah, mahal, dan tidak mendidik masyarakat indonesia untuk memiliki perilaku memilah sampah, teknologi ini juga menyebabkan pencemaran udara. coba intip tulisan saya disini: https://sustaination.id/insinerator-sebagai-solusi-untuk-masalah-sampah-indonesia-tepatkah/ ūüėä

      lalu solusinya apa? kalau keran kita bocor, buka kah kita harus menyelesaikan di HULU dengan menutup keran yang bocor? bukannya malah kita ambil ember dan lap pel? masalah sampah di Indonesia bisa diatasi dengan edukasi yang tepat. Melakukan pemilahan sampah di masing2 rumah, membangun pos pos daur ulang dan kompos di tiap RT. dengan begini malah menghidupkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. mgkin bukan proses yang instant, tapi kalau ssmua elemen masyarakat, pemerintah dan perusahaan bergerak, dalam beberapa tahun pasti bisa terjadi.. seperti peraturan pakai helm di jalan raya, dalam beberapa tahun orang bisa terpaksa dan kemudian terbiasa.

      salam
      Tyas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *