Mengapa Beralih ke Popok Kain (Clodi)?

Bicara tentang bayi dan anak, tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang popok. Mulai dari segi pengeluaran uang, kepraktisan, dan juga dampak sampahnya.

Masih ingat jelas mungkin beberapa Mama disini, kalau zaman dulu, Ibu kita atau bahkan nenek kita tidak mengenal popok sekali pakai. Mereka menggunakan popok kain yang bisa dicuci berkali-kali. Namun, dengan seiring semakin banyaknya iklan popok sekali pakai yang menawarkan kepraktisan dan didukung dengan semakin cepatnya arus gaya hidup masa kini, Ibu-ibu zaman now lebih memilih untuk menggunakan popok sekali pakai.

Alasan yang paling sering terdengar adalah praktis.

Tapi, tahukah kamu berapa harga yang harus dibayar dari ‘kepraktisan’ yang ditawarkan dari popok sekali pakai? Yuk pelajari lebih lanjut mengapa kita sebaiknya beralih ke popok clodi!

1. Lebih Murah

Bayi dari usia 0-3 tahun memerlukan banyak sekali popok. Dalam satu hari saja, seorang bayi dapat berganti popok sebanyak 6-8 buah popok. Dengan asumsi ini, maka seorang bayi membutuhkan setidaknya 180 – 240 popok setiap bulan, dan 2160 – 2.880 popok per tahun. Dengan asumsi ini, maka untuk 1 orang bayi saja dari usia nol sampai 3 tahun, akan membutuhkan 6.480 – 8.640 popok bayi !

Berapa ya kira-kira uang yang harus dikeluarkan untuk pemakaian popok sekali pakai selama 3 tahun?

Dengan asumsi harga popok yang paling murah yaitu sekitar 70.000 untuk isi 60 popok, maka dalam 3 tahun, setidaknya kita sebagai orang tua harus mengeluarkan uang sebesar 7.5-10 Juta Rupiah untuk setiap anak lho!

Bandingkan jika kita beralih ke popok clodi! untuk 1 anak, kita memerlukan 10-18 popok clodi dengan insert tambahan sebanyak 8-12 buah. Popok clodi ini bisa digunakan hingga usia 3 tahun, dan bisa digunakan untuk anak kedua, ketiga dan seterusnya dengan catatan jika dirawat dengan benar.

Dengan asumsi 1 orang anak usia 0-3 tahun memerlukan jumlah popok clodi seperti diatas, maka, kita sebagai orang tua cukup mengeluarkan uang sejumlah 850.000 – 1.600.000 untuk popok clodi dan sekitar 700.000 untuk tambahan insert. Total untuk penggunaan popok clodi hanya memakan biaya sekitar 1.5 – 2.5 juta untuk setiap anak!

Wow, penghematan yang sangat luar biasaaaaa bukan? SUPER HEMAT!

2. Hemat Air!

Tapi kan… kalau pakai popok clodi, proses mencucinya boros air kannn?

kata semua ibu-ibu

Begini, kalau kita ingin menilai kebutuhan air untuk penggunaan popok clodi, seharusnya kita juga melihat kebutuhan air dalam proses produksi popok sekali pakai dan popok klodi. Sehingga, kita mendapatkan keseluruhan proses dan dapat menilai jejak penggunaan air secara holistik. Setuju?

Stephen Leahy, penulis buku ‘Your Water Footprint’ menjelaskan bahwa produksi satu buah popok sekali pakai memerlukan air hingga 545 liter sedangkan popok clodi memerlukan 750 liter air pada saat proses produksinya. Satu hal yang berbeda, popok clodi dapat dipakai secara terus menerus selama 6 tahun, sedangkan popok sekali pakai hanya dipakai selama 3-4 jam saja.

Jika kita melihat rangkaian produksi hingga proses pembuangan, popok sekali pakai memakan sumber daya, energi dan air yang lebih besar, dan mencapai hingga 6 kali lipat popok clodi lho!

Jadi masih mau bilang popok clodi boros air?

3. Aman dari Kandungan Senyawa Kimia Berbahaya

Selain mahal dan boros air, popok sekali pakai menggunakan banyak sekali bahan kimia berbahaya dan beberapa diantaranya merupakan senyawa turunan minyak bumi dan juga bersifat karsinogenik lho. Apa saja senyawa kimia yang digunakan dalam popok sekali pakai?

Chlorin & Dioxins

Kebanyakan popok sekali pakai menggunakan klorin untuk memutihkan popok melalui proses bleaching. Hal ini disebabkan tingginya permintaan popok sekali pakai berwarna putih karena terkesan bersih. Penggunaan senyawa klorin saat proses bleaching ini, berpotensi menghasilkan produk sampingan berupa senyawa Dioxin.

Menurut U.S. Environmental Protection Agency (EPA), senyawa Dioxin termasuk kedalam daftar senyawa yang bersifat karsinogenik. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa paparan senyawa Dioxin dapat menyebabkan iritasi kulit, gangguan pada sistem imun tubuh, syaraf, hormonal, serta fungsi reproduksi.

Sodium Polyacrylate

Sodium polycarbonate adalah senyawa kimia yang berfungsi sebagai agen penyerap yang digunakan sebagai gel penyerap pada popok sekali pakai (Super Absorbent). Sosium Polyacrylate terbuat dari serat selulosa dari tumbuhan yang dicampur dengan senyawa polyacrylate. Senyawa kimia ini berfungsi menyerap cairan urin, mengikatnya dan mencegah bocor pada popok sekali pakai.

Senyawa yang sama dihilangkan dari tampon karena diduga menjadi penyebab Toxic Shock Syndrome (TSS). Senyawa ini juga diduga menjadi penyebab iritasi pada kulit bayi.

Fakta dibalik Popok Sekali Pakai

Tributyl-tin (TBT)

Kebanyakan popok sekali pakai mengandung senyawa kimia tributyl-tin (TBT). Senyawa TBT, menurut EPA merupakan polutan yang beracun dan sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup hewan-hewan air di sungai karena dapat menyebabkan gangguan hormon pada hewan-hewan air.

Dikutip dari Tirto.id, Prigi Arisandi, Direktur LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), menemukan jumlah ikan di Sungai Brantas sebanyak 80-85% adalah betina. Di Tahun 2013, penelitian dari Universitas Brawijaya menemukan 20% ikan di hilir Sunga Brantas mengalami intersex atau memiliki dua kelamin daam satu tubuh.

Volatile Organic Compounds (VOCs)

Popok sekali pakai biasnaya mengandung senyawa volatil yang disebut Volatile Organic Compounds (VOCs) seperti ethylbenzene, toluene, xylene, dan dipentene yang merupakan turunan dari minyak bumi. EPA menyatakan bahwa senyawa VOCs dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, menyebabkan sakit kepala, gangguan hati dan ginjal, serta syaraf.

Senyawa kimia lain yang digunakan pada popok seklai pakai seperti pewarna, parfum, petroleum oil dan serat plastik.

Berbanding terbalik dengan popok clodi yang terbuat dari kain natural seperti katun dan bambu sehingga terbebas dari senyawa-senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan anak kita.

Jadi gimana? masih mau nih pakai popok sekali pakai untuk anak kita tercinta?

4. Aman untuk Lingkungan

Dikutip dari Tirto.id, Prigi Arisandi, Direktur LSM Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), menyatakan bahwa terdapat sebanyak 3 juta popok sekali pakai dibuang warga ke sungai Brantas, Jawa Timur, setiap hari!

Prigi menjelaskan bahwa popok sekali pakai ini menjadi persoalan yang besar sebab senyawa kimia yang digunakan dalam popok sekali pakai sangat berbahaya bagi lingkungan, salah satunya adalah Super Absorbent Polymer (SAP) yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air. Senyawa SAP dapat menyebabkan perubahan hormon pada ikan

source: mongabay.co.id

Selain itu, 55% bahan utama pembuat popok sekali pakai adalah campuran plastik dan fiber yang sangat sulit terurai dan bahkan membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai (menjadi mikroplastik). Prigi dan timnya menemukan fragmen plastik dan fiber menyerupai bahan baku pokok popok sekali pakai pada lambung ikan di Sungai Brantas.

Popok sekali pakai juga tidak dapat terurai di Tempat Pembungan Akhir atau TPA! Bahkan, sebetulnya membuang popok sekali pakai dengan masih ada kandungan feses dan urin merupakan praktik ilegal lho! Ini disebabkan oleh potensi urin dan feses dari bayi yang bisa menjadi resiko penyebab infeksi dan penyakit pada orang-orang yang mengolah sampah popok sekali pakai.

Menggunakan popok clodi berarti kita menghindari ribuan sampah popok sekali pakai yang dihasilkan selama 3 tahun pertama anak kita ada di bumi ini lho! Selain itu. dengan menggunakan popok clodi, kita bertanggung jawab terhadap limbah (seperti urin dan feses) yang dihasilkan oleh anak kita. sehingga tidak membahayakan hidup orang lain.

5. Banyak Pilihan Motif dan Tipe

Beralih ke popok clodi sangat menyenangkan lho! karena banyak sekali pilihan motif yang lucu dan menggemaskan yang cocok digunakan untuk anak kita!

Popok clodi juga dilengkapi dengan berbagai tipe popok, mulai dari new born, tipe perekat, hingga tipe kancing. Semuanya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Mama disini.

Rp70,000.00
Rp85,000.00
Rp75,000.00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *