Perusahaan Bebas Limbah dan Ramah Lingkungan? Ada Kok!

Ketika kita mendengar kata perusahaan atau industri, mungkin terbayang pabrik-pabrik atau kantor yang menghasilkan banyak sampah dan limbah tiap harinya. Dimana semakin besar perusahaan atau pabrik, biasanya semakin banyak pula hasil buangannya. Tapi ternyata tidak semua seperti itu, lho! Ada perusahaan bebas limbah yang benar-benar sedikit menghasilkan limbah. 

Kok bisa begitu ya? Simak selengkapnya di bawah ini!

Pengertian Limbah

perusahaan bebas limbah

Sebelum membahas lebih jauh tentang perusahaan yang minim limbah, sebaiknya kita pahami dulu apa itu limbah. Berdasarkan keputusan Menperindag RI No. 231/MPP/Kep/7/1997 Pasal I tentang Prosedur Impor Limbah, limbah adalah bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya, kecuali yang dapat dimakan oleh manusia dan hewan. 

Sedangkan menurut World Health Organization, limbah adalah sesuatu yang tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya.

Jenis-jenis Limbah

Menurut wujudnya, limbah terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

  1. Limbah Cair
perusahaan bebas limbah

Limbah cair adalah sisa atau buangan yang berwujud cair, baik itu adalah murni cairan ataupun campuran dengan bahan lain yang terlarut di dalamnya. Di lingkungan rumah tangga, contoh limbah cair yang sering ditemui seperti air BAB/BAK, sisa cucian, sisa aktivitas mandi, dan seterusnya. Sedangkan untuk aktivitas industri misalnya air sisa cucian bahan makanan atau air sisa pencucian kain. 

  1. Limbah Padat

Sedangkan limbah padat adalah sisa atau buangan yang berwujud padat. Di lingkungan rumah tangga contohnya seperti sampah sisa makanan, kemasan plastik, botol bekas, dan lain-lain. Sedangkan di aktivitas industri contohnya seperti limbah potongan-potongan kain sisa pabrik garmen.

  1. Limbah Gas
perusahaan bebas limbah

Limbah gas adalah limbah yang berupa gas atau memanfaatkan udara sebagai medianya. Di kehidupan sehari-hari kita sering menemuinya seperti asap kendaraan. Sedangkan di aktivitas industri biasanya terlihat dari cerobong-cerobong pabrik yang mengeluarkan kepulan asap hitam ke udara. 

  1. Limbah Suara

Limbah suara juga memanfaatkan udara sebagai media, namun bentuknya berupa gelombang bunyi. Sehingga kita bisa mudah menemukannya sebagai suara yang mengganggu atau bising. Contohnya seperti suara kendaraan, suara mesin, peralatan elektronik dan lain-lain.

Kenalan dengan Perusahaan Bebas Limbah

Memang benar bahwa menjadi perusahaan yang minim limbah membutuhkan usaha lebih banyak, tapi sangat menarik karena ternyata ada perusahaan-perusahaan yang mau mewujudkannya demi lingkungan. Berikut ini diantaranya:

  1. Restoran Ijen di Bali

Beach club yang berlokasi di Seminyak ini menjadi restoran zero waste pertama di Indonesia. Bagaimana bisa?

perusahaan bebas limbah
  • Mereka menggunakan desain interior yang memanfaatkan produk hasil daur ulang, seperti misalnya dinding dari jendela bekas. 
  • Tempat minum mereka menggunakan wadah dari botol kaca bekas, piring dari daur ulang pecahan kaca yang direkatkan dengan semen, dan sumpit yang terbuat dari potongan tutup botol bekas
  • Proses memasak mereka juga bebas emisi karbon karena menggunakan kayu bakar
  • Bahkan sampah sisa-sisa makanan dan sampah organik lainnya, mereka kirim kepada para petani lokal untuk dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk kompos
  1. PT Sinar Sosro

Perusahaan yang dikenal dengan salah satu produk minuman tehnya ini ternyata jguga salah satu perusahaan bebas limbah. Ampas teh yang tidak mereka gunakan lagi ternyata tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah menjadi kompos yang berguna. 

  1. Apple

Salah satu perusahaan raksasa ini ternyata juga merupakan salah satu contoh perusahaan bebas limbah, lho. Mereka menciptakan robot khusus bernama Daisy yang ditugaskan untuk mengolah setiap limbah sisa produksi pabrik-pabriknya. Demi menghemat energi, mereka pun menggunakan atap bertenaga matahari sebagai penerangan. 

  1. Cottonology

Industri fashion yang menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar setiap tahunnya, tampaknya tak berlaku untuk perusahaan yang berlokasi di Bandung ini. Dalam konsep usahanya, Cottonology menggunakan bahan-bahan organik sehingga minim penggunaan zat kimia yang mencemari lingkungan. 

Selain itu, mereka juga mengolah kembali limbah cair hasil dari celupan benang yang dipintal. Sehingga hal itu tidak mengganggu keberlangsungan hidup di lingkungan sekitarnya. 

Ternyata sangat realistis bukan? Untuk sebuah perusahaan menerapkan zero waste atau menjadi bebas limbah. Bukan hanya lebih baik bagi lingkungan karena limbah yang dihasilkan lebih sedikit, tapi bisa menambah keuntungan ketika perusahaan bisa mengolahnya kembali. Menarik, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.