Memahami Isu Kebakaran Hutan Indonesia bersama Greenpeace

Hampir setiap tahun, kebakaran hutan terjadi di Indonesia, tepatnya di beberapa provinsi di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran hutan Indonesia yang terjadi di tahun 2019 termasuk yang terparah setelah kebakaran hutan yang terjadi di tahun 2015. Dikutip dari Kompas.com, ada lebih dari 5000 titik api yang terdeteksi di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Selain karena musim kemarau yang panjang, diduga ada keterlibatan oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab yang dengan sengaja membakar lahan gambut untuk membuka lahan perkebunan baru. Benarkah hal tersebut terjadi?

Di podcast SustainTalks kali ini, Sustaination mengundang Kak Arkian dan kak Bondan dari Greenpeace Indonesia untuk berdiskusi masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia. Disini, kamu bisa memahami lebih dalam apa yang terjadi dibalik kebakaran hutan Indonesia, bahaya dan dampak kebakaran hutan, serta apa yang kita bisa lakukan di level individu untuk membantu mengatasi masalah kebakaran hutan Indonesia yang terjadi.

Selamat Mendengarkan!

View this post on Instagram

👩‍⚕️ : Min, sebenarnya apa sih hubungannya kebakaran hutan dan korupsi? . 👩‍🚒 : Berikut beberapa kasus korupsi kehutan di Riau yang saat ini masih dilanda kabut asap. Sudah tiga gubernur Riau yang tertangkap kasus korupsi, dan dua diantaranya terkait dengan sumber daya alam. 1. Gubernur Riau Rusli Zainal ditangkap karena korupsi izin kehutanan. Ia sahkan BKT-UPHHKHT yang sebabkan penebangan hutan alam dan merugikan negara senilai Rp265 M. 2. Gubernur Annas Mamun, yang juga mantan Bupati Rokan Hilir, ditangkap KPK di kawasan Cibubur karena menerima sejumlah uang dari pengusaha terkait alih fungsi lahan. Tidak hanya Gubernur, beberapa Bupati pun tak lepas dari praktik korupsi kehutanan. Salah satunya Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar dijerat KPK karena mengeluarkan izin penggarapan hutan ke sejumlah perusahaan kayu di Riau. Ada juga Bupati Siak, Arwin AS yang diseret KPK karena juga mengeluarkan izin pengelolaan hutan alam untuk dijadikan hutan tanaman industri. Dengan izinnya, pemegang izin bebas membabat hutan dan diambil kayunya dengan alasan pembersihan sebelum dibangun hutan tanaman industri. Dan terakhir yang terlibat korupsi kehutanan adalah Bupati Kampar, Burhanuddin Husin yang ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di sejumlah perusahaan, di Kabupaten Pelalawan dan Siak. Itulah beberapa kasus korupsi sektor sumber daya alam di Riau. Dengan secarik izin yang diperoleh dengan hasil korupsi, hutan kita dengan mudah digunduli dan dibakar. Semakin sulit menegakkan hukum jika pejabatnya ikut terlibat korupsi. Korupsi sektor SDA ini tidak hanya di Riau. Berdasarkan temuan Walhi bahwa pemberian izin pelepasan hutan dan perkebunan meningkat tajam sekitar satu tahun menjelang pilkada dan satu tahun setelah pilkada, di banyak daerah. BNPB: 80 Persen Hutan yang Terbakar Selalu Berubah Jadi Perkebunan Hmmm… 🤔 #savekpk #saveriau #savekalimantan #kebakaranhutan #infoplk #infopalangkaraya #infokalteng #karhutla #jokowi #indonesia

A post shared by Greenpeace Indonesia (@greenpeaceid) on

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *