Kapas Sekali Pakai: Ancaman Lingkungan dari Limbah Pecinta Skincare!

Kapas tentu bukan hal asing lagi, sebagai salah satu bahan baku pakaian, kegunaan kapas lainnya adalah untuk menjadi kapas yang kita gunakan pada wajah, terutama untuk orang-orang yang terbiasa dengan rutinitas perawatan kulit. Kapas sekali pakai salah satu alat bantu yang umum digunakan dalam penggunaan produk cair, seperti pembersih wajah dan toner. Tapi tahukah Kamu kalau kapas adalah salah satu ancaman bagi lingkungan?

kapas sekali pakai

World Wide Fund (WWF) menerangkan bahwa jumlah air digunakan untuk menghasilkan satu kilogram kapas, mampu memenuhi kebutuhan air minum satu orang untuk TIGA TAHUN! Bisa dibayangkan berapa banyaknya air yang terbuang dalam proses pembuatan kapas? Padahal kapas wajah yang umumnya digunakan adalah kapas sekali pakai sebab dikategorikan sebagai B3, yang itu artinya semakin banyak kapas yang terbuang semakin banyak pemborosan air bersih.  

Lalu Bagaimana Solusinya?

Ini dia bagian yang paling menarik, karena percuma saja jika kita memunculkan masalah tapi tidak berpikir tentang solusi untuk mengatasinya. Untuk para pecinta skincare, tak perlu merasa sedih, karena wajah bisa tetap terawat dengan baik kok tanpa kapas sekali pakai! Caranya?

  1. Cotton Pad 
kapas sekali pakai

Cotton Pad bisa menjadi alternatif yang lebih baik karena bisa dipakai ulang. Setelah digunakan, pad bisa mudah dicuci dan bisa Kamu pakai kembali setelah kering. Jika jenisnya merupakan katun organik, nanti setelah masa pakainya habis kamu juga bisa mengkompos cotton pad kamu loh!

  1. Katun Muslin

Alternatif kedua yang juga bisa dipakai adalah katun muslin. Meskipun sama-sama terbuat dari kapas, tapi katun ini bisa dipakai ulang. Kamu hanya perlu mencucinya saat ingin memakai ulang di kemudian hari. Sehingga dengan begitu tidak menumpuk menjadi sampah seperti halnya kapas sekali pakai. Bagusnya, katun ini sangat mudah kering sehingga tidak akan terlalu lama basah dan mengembangbiakkan bakteri atau jamur.

Memang benar bahwa kapas juga terbuat dari tumbuhan alami. Namun sayang sekali dampak buruknya bagi lingkungan terlalu besar. Karena meskipun dibuat dari tumbuhan, namun dalam proses produksinya menggunakan tambahan pemutih dari bahan kimia. Hal itu yang pada akhirnya menjadikan kapas sulit untuk terurai secara alami meskipun terbuat dari tumbuhan.

Selain itu biasanya digunakan banyak pestisida dalam proses pengembangbiakan tumbuhan kapas. Pestisida bisa menurunkan kualitas tanah dan kemudian meresap ke dalam sistem air. Dimana itu pada akhirnya memengaruhi kualitas hidup hewan dan orang yang tinggal di sekitarnya.

Tentu saja, bukan hal yang salah jika Kamu atau siapapun ingin terlihat cantik dan berusaha merawat tubuh. Kita semua berhak untuk tampil lebih baik. Namun, jika ada pilihan yang lebih baik untuk lingkungan dan bumi kita, why not? Lebih hemat lagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published.