Climate change 101: Belajar tentang perubahan iklim

Akhir pekan lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk menghadiri acara Climate Planet. Sayangnya bukan di Indonesia yah. Mereka sedang melakukan European Tour, dan beruntung mereka datang ke kota tempat saya dan keluarga saya tinggal sekarang. Penasaran apa sih Climate Planet?

Tentang Climate Planet

Bumi kita sedang mengalami perubahan iklim yang drastis. Bersama-sama kita harus mulai memusatkan perhatian kepada penggunaan energi dan sumber daya dengan bijak untuk keberlangsungan kehidupan di bumi. Untuk melawan perubahan iklim terjadi, kita harus bergerak, tapi sebelum bergerak, kita perlu mengerti dan memahami, apa itu perubahan iklim? dan bagaimana perubahan iklim bisa terjadi? apa yang terjadi jika suhu bumi kita meningkat? Semua pertanyaan ini dapat dijawab melalui Climate Planet. Climate Planet ditulis oleh Ahli cuaca dan iklim dari Denmark, Jesper Theilgaardm bekolaborasi dengan NASA. Ini berarti, kita bisa mengakses data cuaca global bumi kita secara real time. 

Tentang Perubahan Iklim

Melalui film yang diputarkan dalam acara Climate Planet, kita bisa melihat dan belajar tentang Perubahan Iklim yang terjadi di Bumi dari mulai Bumi kita terbentuk. Kita juga bisa belajar apa saja dampak dan cara mengatasi Perubahan Iklim yang terjadi saat ini. 

Apa itu perubahan iklim?

Iklim bisa kita deskripsikan sebagai rata-rata cuaca dalam rentang waktu tertentu. Perubahan Iklim berarti perubahan signifikan pada suhu, curah hujan, angin, yang berlangsung lama yaitu dalam satu dekade atau lebih. Iklim di bumi kita memang telah berubah berkali-kali, misalnya seperti pada zaman es (Ice ages). Bumi kita mengalami perubahan iklim secara natural dikarenakan siklus alam. Tapi apa yang berbeda dengan perubahan iklim yang kita alami saat ini? Aktivitas manusia berkontribusi secara signifikan terhadap perubahan iklim, yang memang sudah terjadi secara alami, melalui gas-gas rumah kaca. Aktivitas manusia seperti penggunaan batu bara dan minyak bumi, serta pola konsumsi menghasilkan gas-gas rumah kaca ini memperparah perubahan iklim dan mempercepat kenaikan suhu bumi.

Apa yang menyebabkan perubahan iklim?

Menurut Environmental Proctection Agency dan NASA menyatakan bahwa perubahan iklim merupakan proses natural yang dialami oleh Bumi yang disebabkan oleh faktor natural seperti:

  • Perubahan intensitas cahaya Matahari karena perubahan jarak antara Matahari dan Bumi
  • Erupsi dan Gunung Meletus
  • Perubahan arah dan sirkulasi arus air laut

Namun, aktivitas manusia juga memiliki peran terhadap perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi saat ini. The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyatakan bahwa:

“Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global yang terjadi sejak pertengahan abad ke-20 sangat mungkin disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh Manusia”

IPCC

Beberapa contoh kegiatan dan aktivitas manusia yang juga menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi saat ini adalah:

  • Emisi gas karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil sepertit batu bara, minyak bumi, dan gas
  • Emisi gas Metana (CH4) dan Nitrogen Oksida (N2O) yang dihasilkan dari proses perkebunan dan peternakan
  • Emisi yang dihasilkan dari perubahan penggunaan lahan tanah seperti deforestasi hutan, pertanian, perkebunan, dan urbanisasi

Gas tersebut diatas berperan dalam perubahan komposisi atmosfer bumi, yang kemudian disebut dengan gas rumah kaca. Gas rumah kaca ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi sinar matahari ke permukaan bumi dan menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca inilah yang menyebabkan suhu bumi semakin tinggi. 

Berdasarkan laporan The US National Oceanic and Atmospheric Administration(NOAA), konsentrasi CO2 berfluktuasi antara 180 ppm (parts per million) saat zaman es (ice ages) dan 280 ppm saat period interglasial hangat. Bagaimana konsentrasi gas CO2 di atmosfer saat ini? Konsentrasi gas CO2 di atmosfer saat ini mencapai 480 ppm. Angka ini menunjukkan konsentrasi gas CO2 di atmosfer tertinggi selama 15-20 juta tahun.

Berdasarkan laporan IPCC, konsentrasi gas-gas penyebab efek rumah kaca, seperti Karbon Dioksida, Metana, dan Nitorgen Oksida mengalami peningkatan tajam sejak revolusi industri yang terjadi di tahun 1750-1800. Gas CO2 yang sudah ada di atmosfer dan laut akan tinggal dna tetap disana selama ribuan tahun. Sehingga, semakin kita melakukan kegiatan yang berpotensi menghasilkan emisi gas CO2, semakin kita menambah konsentrasi gas CO2 yang sudha ada di atmosfer bumi. Gas ini akan terakumulasi semakin banyak dan membuat suhu bumi kita semakin meningkat.

Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Rata-rata suhu global mengalami peingkatan sebsear 1.1 derajat celcius sejak tahun 1850. Kita harus mencegah kenaikan temperatur diatas 2°C. Kenaikan suhu bumi sebesar 2 C akan berdampak pada banyak hal seperti kerusakan ekosistem, es di kutub yang mencair, kekeringan, banjir, bencana alam, kekurangan pangan, penyebaran penyakit dll.

#1 Es di Kutub Mencair

Kenaikan suhu bumi akan membuat bumi semakin memanas. Hal ini menyebabkan berkurangnya lapisan es di kutub. UNDP PBB menyebutkan bahwa lapisan es di laut Artik telah berkurang sejak tahun 1979, dengan kecepatan sebesar 1.07 juta km2 setiap dekade. Baca laporan lengkap tentang pengurangan lapisan es dari EPA disini. Es di kutub yang mencair menyebabkan kenaikan permukaan air laut. UNPD PBB menyatakan bahwa dari tahun 1901 hingga 2010, kenaikan permukaan air laut dunia bertambah hingga 19 cm. Baca juga laporan lengkap tentang kenaikan permukaan air laut dari EPA disini.

#2 Perubahan dan Kerusakan Ekosistem Laut

Penelitian menunjukkan bahwa Laut dapat menyerap emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh Bumi dan Manusia hingga 40%. Semakin tinggi kadar CO2 yang diserap oleh Laut, akan menyebabkan kondisi Laut menjadi semakin asam. Data dari EPA menyebutkan bahwa kadar keasaman Laut kita semakin tinggi. Suhu laut yang semakin tinggi dan keadaan laut yang semakin asam akan merusak terumbu karang. Terumbu karang merupakan elemen penting bagi ekosistem laut. Terumbu karang berperan sebagai shelter atau sarang ikan-ikan kecil dan plankton yang dibutuhkan dalam rantai makanan. Terumbu karang yang rusak akan mengakibatkan terganggunya rantai makanan yang ada di ekosistem laut. 

#3 Cuaca Ekstrim dan Bencana Alam

Kenaikan suhu bumi juga mengakibatkan badai tropis (siklon) dan berbagai bencana alam seperti banjir, dan kekeringan. UNPD PBB menyatakan bahwa sejak tahun 1970, jumah bencana alam dunia telah bertambah sebanyak 4 kali lipat yaitu sebanya 400 bencana alam setiap tahun. Baca juga bagaimana Perubahan Iklim memperparah badai tropis disini.

#4 Masalah Ketahanan Pangan

Kekeringan dan Banjir yang terjadi di berbagai daerah di Dunia menyebabkan kerusakan lahan pertanian, perkebunan, dan peternakan. Lahan yang telah rusak dikarenakan kekeringan dan banjir akan sulit untuk dipulihkan kembali untuk menghasilkan prosuk pertanian dan perkebunan. UNDP PBB menyatakan bahwa setiap kenaiakn 1 detajat celcius akan berpengaruh pada produksi biji-bijian yang berkurang sebanyak 5%

#5 Kesehatan dan Penyebaran Penyakit

Kenaikan suhu bumi menyebabkan bergesernya wilayah tropis yang semakin luas. Pergeseran wilayah tropis ini menyebabkan penyebaran berbagai penyakit tropis ke wilayah sub-tropis dan berbagai daerah pegunungan yang sebelumnya tidak memiliki penyakit tropis. Misalnya penyakit Malaria yang berpotensi terdapat di Inggris dikarenakan Perubahan Iklim. Lihat video Climate 101 dari National Geographic untuk penjelasan lebih lengkap tentang Sebab dan Dampak Perubahan Iklim.

My action to fight climate change

I know that some of you might not believe that Climate Change is not induced by the human activities but it’s just naturally happen every period of time. And that;s totally fine, I value your opinion. 

Apa yang penting disini bukanlah lagi tentang apa penyebab perubahan iklim tapi bagaimana cara kita untuk menghindari ini terjadi, dan mencegah kenaikan suhu bumi diatas 2 derajat celcius. Here are my actions to fight climate change to give you some ideas:

  1. Eat more local plants. Eating vegan food once a week could actually save water, resouces, and energy
  2. Reduce meat consumption. Peternakan Sapi adalah salah satu penghasil gas metana terbesar di dunia. Dengan mengurangi memakan daging sapi, kita tidak mengambil bagian dari emisi metana yang diproduksi oleh peternakan Sapi
  3. Public transport, Biking, and Walk.
  4. Shop less, Own less. Fix, Repair and Second hand shopping
  5. Bijak gunakan air, energi, listrik dan sumber daya lainnya

what’s yours?

#perubahaniklim#pemanasanglobal#climatechange

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *