Hidup Berkesadaran: Baik untuk Diri dan Bumi

Bagaimana menjalani hidup lebih perlahan bisa berkontribusi baik terhadap bumi? Kalya akan berbagi mengenai pengalamannya memulai cara hidup berkesadaran, khususnya tentang mengelola kebiasaan belanja dan kebiasaan personal lainnya.

Buatku, hidup berkesadaran bukan tiba-tiba menjadi Dalai Lama, atau meditasi setiap pagi di bawah pohon Boddhi. Bukan juga tentang menjadi zen setiap saat, bicara dengan nada rendah, dan tersenyum sepanjang hari.

Hidup berkesadaran adalah ketika kita melakukan sesuatu KARENA ada alasannya. Hidup dengan sadar berarti berani mempertanyakan diri sendiri; apakah kita nyaman? apakah kita suka? apakah kita mau? dan berani mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan diri sendiri.

Bukan karena disuruh orangtua. Bukan karena teman-teman juga melakukannya. Bukan karena agar pasangan lebih menyukai kita. Bukan juga karena Tren! Tapi karena diri kita sendiri yang membutuhkannya. Atau menginginkannya. Tidak apa-apa, selama kepuasan tersebut murni adalah buah pertimbangan pribadi dan akan terus menyenangkan dalam jangka waktu yang lama.

Hidup berkesadaran ibaratnya seperti pergi ke bandar udara dengan tiket di tangan, kita tahu persis akan pergi kemana, berangkat jam berapa, melalui gate berapa. Kita tau setiap langkah yang dilakukan akan membawa kita kemana. Kita mendengarkan suara hati, apakah yang kita lakukan membuat jiwa kita merasa puas, cukup, dan berharga.

Pola pikir seperti ini ternyata memberikan dampak baik secara langsung pada kehidupan yang Aku jalani. Aku jadi belajar untuk menjalani hidup secara perlahan, menimbang alasan dan dampak dari langkah-langkah yang aku lakukan. Aku jadi terbiasa meninjau kembali kebiasaan-kebiasaan yang aku lakukan selama ini. Apakah kebiasaan tersebut memang ingin aku lakukan, atau aku melakukannya hanya karena ‘sudah terbiasa’, ‘teman-teman melakukannya’, atau yang parah ‘disuruh orangtuaku’ tanpa manfaat spesifik yang jelas untuk diri dan jiwaku. Begitu juga sebaliknya, adakah kebiasaan-kebiasaan baik yang selama ini terlewatkan hanya karena aku tidak ‘sadar’ mengenai manfaat kebiasaan tersebut?

Setelah menjalani beberapa saat perenungan, aku mulai mengganti banyak kebiasaan lama yang tidak serve me well dengan kebiasaan baru yang baik untuk jiwaku. Salah satunya adalah menjalani hidup dengan lebih sustainable: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, aware mengenai pengolahan sampah, dan hidup lebih minimalis (tidak membeli yang tidak diperlukan). Aku terkejut sendiri melihat betapa banyak keputusan dalam hidup yang sesungguhnya cukup mudah untuk diperbaiki atau diganti jika kita meluangkan waktu untuk benar-benar bertanya:

Apa yang akan membuat hidup kita lebih mudah, hemat, dan berdampak baik pada bumi tempat berdiam?

Hidup berkesadaran mengajarkan Aku bahwa:

Menghentikan penggunaan plastik sekali pakai itu mudah

Mengompos itu sangat mudah

Memilah sampah juga mudah

Membeli satu barang berkualitas baik dan berwarna netral tentu lebih menghemat dalam jangka waktu panjang, daripada membeli banyak barang trendi yang tidak tahan lama (baik trendnya maupun kualitas barangnya)

Mengosongkan keranjang belanja dari hal-hal yang tidak perlu di marketplace kesayangan juga mudah – jauh lebih mudah daripada harus mengosongkan lemari yang penuh sesak oleh barang-barang entah apa.

Memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta mengganti protein hewani dengan protein nabati itu mudah, murah, dan sangat enak – selama ini Aku terlalu khawatir betapa hambarnya hidup ini jika hanya makan sayur mayur belaka

Membuat daftar belanja dan meal plan selama satu minggu ke depan itu mudah, sehingga tidak perlu lagi ada makanan yang terbuang sia-sia

Menggunakan kantong belanja pakai ulang, botol minum dan kotak makan sendiri juga mudah, dan akan membuatmu terbiasa dengan perencanaan dan keteraturan.

Rp169,000.00
Rp89,000.00
Out of stock
Rp49,000.00

Bangun pagi dan olahraga rutin juga ternyata mudah, tetapi selama ini Aku menganggapnya sulit dan tidak pernah memulainya

Berkebun juga mudah, tetapi selama ini aku tidak tahu dan tidak pernah mencoba

The only thing that is difficult is that you don’t even yet to start

Siska Nirmala, Penulis Buku Zero Waste Adventure

Menjalani hidup dengan perlahan juga mudah, kalau kamu punya cukup keberanian untuk memutuskan kapan mau memulainya. Mulailah hari ini dan lihat bagaimana hidupmu membaik secara ajaib!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *