Bahaya Sampah Organik, Ancaman Besar Bagi Bumi Kita!

Tahukah Kamu bahwa Hari Sampah Nasional yang diperingati tiap 21 Februari memiliki kisah kelam dibaliknya? Sebanyak 157 orang meninggal dan seluruh pemukiman di dua desa rata dengan tanah, dengan sebuah ledakan besar. Bukan, itu bukan ledakan bom. Itu adalah ledakan sampah yang menggunung di TPA Leuwigajah, Bandung!

bahaya sampah organik

Permasalahan lingkungan bukan semata tentang “sampah yang sulit terurai” seperti styrofoam dan plastik. Timbunan aneka sampah organik yang bisa terurai pun juga merupakan sebuah ancaman besar jika dibiarkan begitu saja. Tragedi di Leuwigajah hanya salah satunya dan sangat berpotensi untuk terjadi kembali di TPA manapun. Bagaimana bisa sampah organik menjadi begitu berbahaya? Penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini!

Sampah Organik Apa Saja?

Penting juga untuk kita pahami sejak awal, tentang apa sebenarnya sampah organik itu. Sebelum kita memahami lebih jauh tentang aneka bahaya yang bisa ditimbulkan olehnya. Sampah organik adalah aneka sampah yang bisa diuraikan secara alami oleh lingkungan karena berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Jadi apa saja yang termasuk sampah organik? 

  1. Sampah Sisa makanan 
  2. Sisa sayur dan buah, seperti kulit, biji dan bagian lain. 
  3. Bagian tubuh atau sisa hewan, contohnya tulang daging ayam, tulang ikan, bagian organ dalam ayam, sapi dan seterusnya
  4. Kotoran hewan, seperti kotoran hewan ternak (sapi, ayam, kambing), kotoran hewan peliharaan (kucing, anjing) dan kotoran hewan liar.
  5. Sisa kayu, seperti serbuk gergaji, sisa potongan kayu mebel, dan lain-lain
  6. Dedaunan, baik itu hasil penebangan atau rontokan alami
  7. Limbah pabrik kulit
  8. Bangkai hewan dan sebagainya

Bahaya Sampah Organik

Ironisnya, sampah organik sering diabaikan dan dianggap aman karena bisa terurai. Memang benar bahwa sampah organik mampu terurai secara alami, tapi sampah organik juga memiliki potensi untuk merusak lingkungan. Bagaimana bisa?

  1. Memproduksi Gas Metana
bahaya sampah organik

Hal pertama yang membuat tumpukan sampah organik bisa mengancam adalah gas metana. Ledakan di TPA Leuwigajah yang telah dipaparkan di atas menjadi salah satu bukti nyata. Bahwa sampah organik yang menumpuk bisa menimbulkan ledakan, karena tidak mendapatkan cukup paparan oksigen. Akibatnya, metagonen terus terakumulasi dalam jumlah besar dan terperangkap di dalam tanah. Saat di ambang batas, sampah meledak dengan kekuatan layaknya bom besar. Itu pun belum termasuk dengan sifat gas metana yang mudah terbakar. Tak heran jika sering terjadi kebakaran di area tempat pembuangan sampah secara tiba-tiba. 

  1. Aneka Penyakit Berbahaya

Ancaman sampah organik tidak berhenti pada gas metana. Karena faktanya, tumpukan sampah organik adalah habitat yang paling disukai oleh hewan-hewan seperti tikus, lalat, kecoa dan nyamuk. Deretan hewan yang bisa membawa aneka penyakit menular melalui aneka bakteri dan virus. 

bahaya sampah organik

Selain itu juga masih banyak penyakit yang berpotensi untuk menular melalui sampah organik. Misal seperti penyakit tetanus yang bisa menjangkit, ketika ada sampah logam yang melukai kulit dan terkontaminasi oleh aneka bakteri. Penyakit lainnya juga resikonya lebih tinggi dengan adanya tumpukan sampah organik, seperti infeksi kulit, keracunan makanan, hepatitis A, infeksi salmonella dan seterusnya.

  1. Memicu Global Warming

Sampah organik memang aman jika terbuka dan menyatu kembali ke alam. Masalahnya, lebih banyak sampah organik yang hanya menumpuk saja di tempat pembuangan akhir tanpa sirkulasi oksigen dan tidak terurai. Pada akhirnya molekul itu lepas ke udara menjadi gas metana yang 21 kali lebih berbahaya bagi lapisan ozon dibanding karbon dioksida karena menyerap panas lebih banyak. Dimana berikutnya berefek pada perubahan iklim yang lebih serius bagi kehidupan manusia di bumi. 

Lalu Apa Solusinya?

Sampah organik menjadi berbahaya karena tidak diolah dengan baik dan benar. Karenanya pengolahan sampah adalah solusi yang paling efektif untuk menghindarkan kita dari ancaman-ancaman di atas. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk ‘mengamankan’ sampah organik:

  1. Habiskan dan Makan Secukupnya makanan!

Data FAO menunjukkan bahwa negara Indonesia setiap tahunnya menghasilkan hingga 13 juta ton sampah makanan! Angka yang fantastis bukan? Lebih menyedihkannya ketika sebagian besar adalah sisa makanan, saat ada jutaan orang diluar sana kelaparan dalam kemiskinan. 

Itulah mengapa menghabiskan makanan Kamu juga jadi salah satu langkah efektif untuk menghindar dari tumpukan sampah organik. Ambil atau belilah makanan secukupnya dan habiskan. Dengan begitu semakin kecil pula peluang sampah organik sisa makanan menumpuk di rumahmu!

  1. Memisahkan sampah organik dan anorganik

Ini menjadi langkah pertama yang efektif untuk mencegah penumpukan gas metana yang berbahaya. Kamu sediakan tempat yang terpisah untuk sampah organik dan sampah anorganik yang sulit terurai seperti plastik, kaca dan logam. Dengan begitu, akumulasi gas metana lebih terkendali dan bahkan bisa Kamu manfaatkan kembali atau kirim ke bank sampah.

  1. Membuatnya menjadi kompos

Step kedua yang juga sangat bagus untuk Kamu lakukan dalam mengolah sampah organik adalah dengan membuatnya menjadi kompos. Sampah pada akhirnya bisa Kamu pakai lagi untuk pupuk tanaman kesayangan, alih-alih hanya menumpuk di TPA dan menjadi bom waktu. 

Caranya juga gampang kok! Kamu bisa membeli wadah atau ember komposter dan menjadikannya sekaligus sebagai tempat sampah organik. Ketika sudah terkumpul cukup banyak, sampah organik tersebut diolah menjadi kompos dan ditambah dengan bioaktivator. Rumah Kamu pun bisa bebas dari bau busuk tong sampah karena sampah sudah sepenuhnya anorganik dan kering!
Jadi apakah Kamu akan diam saja, saat bahaya sampah organik mengancam lingkunganmu? 

Leave a Reply

Your email address will not be published.