Bahaya Microbeads Plastic dan Cara Mengidentifikasinya

Benda apa yang lebih menyeramkan daripada kemasan plastik atau kantong plastik sekali pakai yang terurai ratusan tahun?

“Microbeads plastic”

Di Inggris, 100,000 partikel plastik dalam bentuk microbeads terlepas ke saluran air dalam satu kali mandi. Berdasarkan laporan the UK Parliamentary Office of Science and Technology, diperkirakan terdapat 16 sampai 86 ton microbeads plastic dari pembersih muka (facial exfoliant)yang mencemari lingkungan. (1)

Apa sih microbeads plastic?

Microbeads adalah bentuk plastik yang sangat kecil, biasanya kurang dari 2 milimeter yang sering ditemukan di dalam produk-produk personal care atau perawatan tubuh¸seperti scrub, sabun, pasta gigi, dan make up!

Microbeads plastic ini memiliki berbagai macam nama yang kamu bisa lihat di label kemasan produk. Paling sering microbeads plastic ini bersembunyi di balik nama-nama dibawah ini:

  • Polyethylene (PE)
  • Polyethylene Glycol (PEG)
  • Polypropylene (PPp
  • Polyethylene Terephthalate (PET)
  • Polymethyl Methacrylate (PMMA)
  • Polyamides atau Nylon
  • Atau nama-nama lain seperti copolymer

Dan berbagai macam nama lain. Bottom line, semua nama diatas adalah plastik.

Bahaya Microbeads Plastic

Microbeads plastic sama dengan mikroplastik. Ukurannya yang sangat kecil membuat microbeads plastic tidak terlihat dan mudah terbawa aliran air saat kita mandi ke saluran air, sungai dan akan berakhir di laut. Studi menyatakan bahwa ikan yang kita makan telah tercemar oleh mikroplastik beserta racun-racun yang terbawa oleh mikroplastik tersebut (2). Studi lain menyebutkan bahwa ikan dan jenis makhluk laut lain mengkonsumsi plastik karena plastik berbau seperti makanan (3). Microbeads plastic dengan ukuran yang sangat kecil tentu saja bisa dengan mudah mencemari lingkungan dan ‘termakan’ oleh hewan-hewan laut dan akan berakhir di meja makan kita!

Riset terbaru di dalam Jurnal Environmental Science & Technology menyatakan bahwa 90% garam meja / garam laut di dunia telah tercemar mikroplastik! (4). Rata-rata, manusia menelan sebanyak 2,000 mikroplastik setiap tahun hanya dari konsumsi garam, dengan asumsi konsumsi garam 10 gram per hari! (5). Bukti bahwa manusia telah mengkonsumi mikroplastik terdapat di riset terbaru yang menyatakan bahwa mikroplastik pertama kali ditemukan di kotoran manusia dalam bentuk polypropylene (PP), polyethylene-terephthalate (PET) – yang juga merupakan bahan microbeads. Berdasarkan sampel kotoran manusia, para ilmuwan menemukan 20 mikroplastik dalam setiap 10 gram kotoran (6).

Lalu, apa yang berbahaya dengan menelan mikroplastik?

Microbeads plastik yang terlepas ke alam bebas akan menyerap polutan dan racun-racun kimia seperti pestisida, minyak, bahan-bahan kimia berbahaya yang juga terlepas ke lingkungan). Racun dan bahan kimia ini akan menempel di microbeads plastic dan masuk ke dalam tubuh hewan-hewan laut yang menelan microbeads plastic ini. Raacun dan bahan kimia ini akan terus mengalir dalam rantai makanan hingga akhirnya berakhir di seafood yang kita makan. 1 buah partikel microbead bisa jutaan kali lebih beracun dari pada air di sekitarnya (7).

Mengapa Industri Menggunakan Microbeads Plastic?

Beberapa alasan mengapa Microbeads plastic digunakan adalah untuk memberikan kesan kesat dan bersih (pada sabun) dan efek glowing pada make-up. Menurut tim redaksi the story of stuffs, microbeads plastic juga lebih ‘lembut’ daripada scrub berbahan natural seperti apricot shells, jojoba beans. Lebih ‘lembut’ lebih ‘baik’ sebab microbeads plastic tidak efektif dalam membersihkan kulit, sehingga kita merasa ‘perlu’ untuk memakainya setiap hari sehingga kita perlu lebih banyak membeli produk dengan microbeads plastic ini!

Bandingkan dengan exfoliant natural, kita hanya perlu memakainya sesekali, mungkin hanya 1 kali dalam seminggu. Terlalu banyak menggunakan scrub juga akan mengurangi kelembaban kulit.

Menghindari Microbeads Plastic

Di tahun 2015, Amerika telah memberlakukan larangan produk dengan microbeads plastic untuk beredar di pasaran melalui the Microbead-Free Waters Act. Yang kemudian diikuti oleh lebih banyak Negara seperti Kanada, Inggris, Irlandia, Selandia Baru, Australia dll. Selengkapnya bisa cek disini. 

Sayangnya, di Indonesia masih belum ada larangan bagi perusahaan atau untuk menggunakan microbeads plastic ini, sehingga kita sebagai konsumen harus selektif dengan apa yang kita beli dan kita gunakan pada tubuh kita. Caranya?

1. Pilih produk natural dan Hindari produk perawatan tubuh berkemasan plastik.

Sebisa mungkin kita beralih ke produk perawatan tubuh dengan kemasan yang dapat di daur ulang secara sirkular, misalnya stainless steel atau compostable

2. Baca Label pada kemasan dengan teliti!

Microbeads plastic bersembunyi dalam banyak nama, beberapa yang terkenal:

  • Polyethylene (PE)
  • Polyethylene Glycol (PEG)
  • Polypropylene (PPp
  • Polyethylene Terephthalate (PET)
  • Polymethyl Methacrylate (PMMA)
  • Polyamides atau Nylon
  • Atau nama-nama lain seperti copolymer
  • List nama-nama microbeads plastic bisa kamu unduh dan baca selengkapnya disini

3. Hindari produk yang berasal dari produsen dengan ‘red’ atau ‘orange’ flag

Kamu bisa baca daftar produk atau merek yang masih menggunakan microbeads plastic disini.

4. Lakukan audit produk perawatan tubuhmu sekarang! Jika kamu menemukan produk dengan microbeads plastic, hentikan penggunaan dan jangan beli produk itu lagi

5. Gunakan Exfoliant natural
Favorit saya adalah ampas kopi yang bisa dicampur dengan olive oil dan madu untuk digunakan sebagai scrub badan.

Ada juga bahan lain yang mungkin cocok untuk kulitmu seperti gambar dibawah ini:image by blog.botanicals.co.uk

6. Ingin berbuat lebih?

Let’s call out the producer or the brands yang menggunakan microbeads plastic ini. Kita minta supaya brand-brand besar ini untuk berhenti menggunakan microbeads plastic. Together we could #banthebeads!


Jadi gimana? kamu sudah cek belum produk-produk di rumah? apakah mengandung microbeads plastic?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *