Pengalaman pertama menggunakan Organicup Menstrual Cup

Sekitar 3 tahun lalu, saya melihat iklan di Facebook mengenai Menstrual Cup. Waktu itu saya agak skeptikal dan jijik mendengar konsep menstrual cup. Membayangkannya saja sudah tidak sanggup. Seiring berjalannya waktu, saya memutuskan untuk mengurangi jumlah sampah saya terutama sampah plastik. Selain itu saya memiliki waktu cukup lama untuk berpikir dan memutuskan, yaitu ketika saya hamil sampai masa pasca melahirkan yaitu sekitar 1.5 tahun lebih karena saya tidak mengalami menstruasi. Di saat-saat itulah saya mengedukasi diri saya mengenai konsep menstrual cup ini.

Apa sih menstrual cup?

Menstrual cup merupakan pengganti tampon yang terbuat dari 100% medical grade silicon, BPA Free dan bebas dari segala jenis bahan kimia seperti pemutih, lem, parfum, dan pelembut, sehingga aman untuk digunakan di dalam tubuh kita. 

Baca juga bahaya bahan kimia pembalut konvensional disini. 

Konsep memasukkan “sesuatu” ke dalam vagina memang terdengar menyeramkan bagi sebagian besar wanita Indonesia, terutama untuk wanita yang belum sexuallly active, termasuk saya 3 tahun yang lalu. Mungkin karena kita tidak biasa menggunakan tampon.

Penggunaan menstrual cup sendiri sebenarnya sama dengan tampon. Hanya saja, cara kerja menstrual cup ini adalah menampung bukan menyerap darah menstruasi seperti tampon. Setelah kurang lebih 6 sampai 12 jam (tergantung flow setiap wanita bisa berbeda), kita dapat mengosongkan dan mencuci menstrual cup ini lalu memakainya kembali. Ada banyak merek menstrual cup yang beredar dengan range harga 24-35 USD. Kalau di Indonesia, menstrual cup bisa di beli dengan range harga 400-600 ribu rupiah. Saya sendiri memilih merek Organicup. Bukan karena saya riset dan bandingkan dnegan brand lain, simply karena waktu itu sedang ada diskon hehe. 

Unboxing Organicup

Organicup hanya memiliki 1 varian warna, yaitu putih transparan. Tidak seperti ruby atau diva cup yang memiliki beragam warna. Pembelian Organicup akan disertai dengan 1 box kertas biodegradable dengan instruksi yang dicetak di sisi dalam box, 1 buah menstrual cup, dan 1 buah pouch katun berwarna putih. Semua instruksi yang kita perlukan, seperti cara pemakaian, cara sterilisasi dan pencucian tertulis di dalam box. Jika memerlukan informasi lebih, kamu bisa langsung buka website atau youtube Organicup. 

Pengalaman pertama

Selalu ada hal menarik pada pengalaman pertama, termasuk pengalaman pertama saya menggunakan menstrual cup. Agak nervous awalnya, tapi mengingat saya sudah menikah dan sudah melahirkan, saya pikir ini bukan apa-apa hehe. 

Memasukkan menstrual cup

Pertama kali coba, gagal, kedua kali coba langsung berhasil. Alhamdulillaah….ternyata tidak sesusah yang saya bayangkan. if you’re sexually active, putting a menstrual cup inside your body is pretty easy and if you gave birth vaginally, this is just like a piece of cake! naaahh beda cerita kalau kamu belum menikah. Maybe you will need a little bit more practice and trial before you master the art of putting a menstrual cup inside your body. Instruksi yang diberikan oleh Organicup pun menganjurkan kita untuk mencoba memakainya sesekali sebelum menstruasi – maksudnya mungkin you will be ready when “the time” comes. Hal yang paling penting saat memasukkan menstrual cup adalah : relax. Dengan relax otot-otot di sekitar vagina kita menjadi tidak tegang dan memudahkan kita untuk memasukkan menstrual cup ini ke dalam tubuh kita.

Selama pemakaian

ini penting nih karena menentukan kenyaman kita dalam beraktivitas. Selama pemakaian, saya merasa sangat nyaman! 

I think this is the best menstruation product I have ever used! I wish more women have access to a menstrual cup and I wish I knew and wore it earlier! 

karena ini super nyaman banget!  Nope, saya tidak merasakan ada yang mengganjal atau suatu benda aneh yang ada di dalam vagina saya. In fact, I forgot it was even “there”. Kalau ada yang mengganjal bisa jadi bagian “stem” atau ujung cup ini terlalu panjang – dan ini bisa di potong atau bisa jadi memang tidak pas saat memasukkannya. Selama masa menstruasi saya merasa kering sepanjang hari karena menstrual cup ini ada di dalam tubuh kita dan menampung darah menstruasi. Bahkan saya lupa kalau sedang menstruasi.

Seriously, I am so amazed and so in love with this thing! Nope, it won’t fall. Karena menstrual cup ini bersifat vakum saat berada di dalam tubuh kita, cup ini tidak akan terjatuh. Saya coba beraktivitas seperti bersepeda dan berjalan-jalan ke taman pun tidak berasa apa-apa. Kering dan nyaman sampai 12 jam. and Nope, It won’t smell. Saat saya memakai pembalut konvensional, sering kali ada bau yang tidak sedap keluar dari pembalut saya. Kebanyakan wanita, termasuk saya, berpikir kalau bau yang tidak sedap ini berasal dari darah menstruasi kita. Ternyata, bau tidak sedap ini berasal dari pembalut konvensional yang menghalangi jalannya udara ke area kewanitaan kita sehingga menyebabkan zat kimia beracun yang ada di dalam pembalut bercampur bersama darah menstruasi dan menyebabkan bau yang tidak sedap 

Mengeluarkan menstrual cup

Untuk mengeluarkan menstrual cup ini, saya membutuhkan 2 kali mencoba sehingga saya terbiasa. Jujur saya hanya berani mengeluarkan menstrual cup ini di kamar mandi saya sendiri karena alasan kebersihan. Sama halnya dengan saat memsukkan menstrual cup, kita harus dalam keadaan relax. A warm shower might be useful too! Saya mengeluarkannya dengan cara jongkok di toilet dan agak sambil mengejan seperti sedang p**p. Dengan begitu, saya mendorong menstrual cup sedikit agak keluar dan memudahkan saya untuk mengambilnya. haha, terdengar menyeramkan dan menjijikkan memang, tapi percayalah ngga seseram itu kooook.

Overall experience

I am super happy and super satisfied with my menstrual cup and I think I will never ever go back to conventional menstrual pads. Hanya saja ada beberapa hal yang menurut saya menjadi poin minus dari menstrual cup ini:

  1. Konsep memasukkan sesuatu ke dalam vagina memang terdengan sedikti menyeramkan. diperlukan banyak latihan untuk menjadi terbiasa. practice makes perfect!
  2. Kalau flow menstruasi kamu banyak, kemungkinan menstrual cup harus dikosongkan 5-6 jam sekali. Artinya, kalau kamu tidak sedang berada dirumah, kamu harus siap untuk mengosongkannya di kamar mandi kantor/kampus/sekolah
  3. Menstrual cup ini harus di sterilisasi setiap bulan setelah selesai masa haid. Untuk mensterilisasi menstrual cup saya, saya menyediakan satu panci tersendiri sehingga tidak bercampur dengan makanan

but with all the good and comfortable feelings that I got during my menstruation cycle, those minus points are just nothing! Menggunakan menstrual cup merupakan kebiasaan baru sehingga memang perlu waktu untuk menjadi terbiasa. Tapi, hal yang paling penting adalah kamu harus memulainya. nahh ini ada video favorit aku yang menjelaskan tentang cara pemakaian, cara pelepasan menstrual cup by Organicup. Semoga bisa lebih menjelaskan yaaa! 

 if you have further questions related to menstrual cup, I’d be glad to answer it! mungkin bisa aku tuliskan di post sendiri tentang FAQ nanti. semoga artikel ini membantu! 

Vegan

Health & Beauty

OrganiCup Menstrual Cup

Rp399,900.00
Out of stock

Health & Beauty

OrganiWipes

Rp89,000.00

Bath & Shower

Organiwash

Rp125,000.00

did you know that OrganiCup is now available in Indonesia?Yes, we are happy to announce that Sustaination Indonesia is the first and the only OrganiCup Official stokist in Indonesia. Shop Organicup here.

#organicup #organicupindonesia #menstrualcup #review

2 thoughts on “Pengalaman pertama menggunakan Organicup Menstrual Cup

  1. Pingback: FAQ Beralih ke Menstrual Pad - Sustaination

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *