Cara Mudah Mengompos di lahan sempit!

Salah satu pertanyaan yang paling sering aku dapatkan tetang mulai mengompos adalah bagaimana cara mengompos, kalau lahan aja ngga ada? atau, tinggal di apartemen bahkan di kosan!

Repeat after me:

Mengompos itu Mudah, bahkan tanpa lahan! When there is a will there is a way!

Jadi, bagaimana cara kita untuk mengompos di lahan sempit? Coba lakukan 3 langkah mudah di bawah ini!

1. OBSERVASI RUANG

Sebelum memulai mengompos, terutama jika lahan atau ruangan terbatas, kita perlu memperhatikan area yang kita bisa gunakan sebagai area pengomposan. Area pengomposan sebaiknya:

  • tidak terkena matahari langsung
  • tidak terkena hujan langsung
  • akses dekat dengan dapur
  • jauh dari lubang saluran air (untuk menghindari adanya hewan-hewan), anak-anak, dan juga hewan peliharaan

Area pengomposan bisa berada di area balkon apartemen, sekitar teras rumah, dibawah wastafel dapur, atau di ruang dapur.

2. CEK LAHAN JIKA TERSEDIA

Jika masih memiliki lahan berupa tanah atau paving blok, bisa kita tinjau kembali luas lahannya. Jika memungkinkan kita bisa membuat lubang biopori. Idealnya jarak antar lubang biopori adalah 1 meter. Jika kamu memiliki lahan 50 x 100 cm, kamu sudah bisa membuat 2 buah lubang biopori lho!

3. PILIH KOMPOSTER INDOOR

Jika kita benar-benar tidak memiliki lahan, maka kita sebaiknya mulai memikirkan jenis komposter dan metode pengomposan yang cocok untuk dilakukan di dalam ruangan atau indoor. Ada beberapa jenis komposter yang bisa digunakan di dalam ruangan seperti tumbler /ember (aerob), komposter pot (aerob) dan felita (anaerob).

Aku sendiri, paling suka jenis komposter tumbler/ember yang bisa mengolah sisa organik menjadi pupuk cair dan pupuk padat sehingga menurutku dengan area sempit, kita bisa memaksimalkan hasil yang kita dapatkan dari komposter ini. Pengomposan dengan komposter ember atau bokashi ini pun sangat mudah dan efisien, yaitu seperti dengan metode pengomposan pada umumnya adalah dengan mengisi komposter material hijau dan coklat dengan perbandingan 1:2.

Komposter Aerob tipe Bokashi atau Ember

Jadi, apakah kamu sudah mengompos di apartemen atau di kos? cerita yuk! Bagaimana pengalamanmu mengompos di lahan sempit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *